Jumat, 19 September 2008

Mulai 2009 Kampung Akan Mendapat Kucuran Rp 150 Juta

Takengon – Mulai tahun 2009 mendatang masing-masing kampung di Aceh Tengah akan mendapat bantuan kucuran dana sebesar Rp 150 juta. Dari jumlah tersebut sebesar Rp 100 juta berasal dari Provinsi NAD. Sedangkan selebihnya sebesar Rp 50 juta bantuan tambahan dari Pemda setempat. 

Bantuan kucuran dana sebesar Rp 150 juta itu kata Wakil Bupati Aceh Tengah, Drs. H. Djauhar Ali akan dialokasikan untuk pembangunan kampung yang ada di daerah dataran tinggi Gayo tersebut. Dalam pertemuan dengan masyarakat Kampung Berawang Gading, Kecamatan Celala, Kamis (11/8) di Mesjid Babussalam kampung setempat, Djauhar Ali menyatakan pengelolaan dana bantuan kampuing itu sangat tergantung dari hasil musyawarah yang dilakukan oleh aparat pemerintahan kampung.  

   

Menurut Djauhar Ali yang didamping oleh Kabag Humas Setdakab Aceh Tengah, Drs. Windi Darsa, MM, Kabag SDM, Ir. Nugersyah dan beberapa kepala dinas jawatan daerah itu, pengelolaan dana bantuan pembangunan kampung diharapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat banyak. Untuk itu, meski tahun 2009 waktunya masih panjang, Djauhar Ali berharap agar aparat kampung untuk terus melakukan musyawarah dalam hal pengalokasian dana bantuan kampung tersebut. Artinya, pembangunan harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat kampung.

   

Selain itu Djauhar Ali juga menambahkan, sesuai dengan visi dan misi Pemda Aceh Tengah adalah untuk mengundang kemakmuran dan menghalau kemiskinan. Bentuk dari peningkatan ekonomi rakyat yang dilakukan oleh pemerintah adalah seperti membangun ruas jalan ke sentra-sentra produksi pertanian. Hal ini dilakukan dengan mengedepankan sekala prioritas. “Jelasnya pembangunan yang dilaksanakan, dilakukan secara bertahap”, sebut Djauhar. 

   

Menyangkut tentang fungsi sarana ibadah, Wakil Bupati Aceh Tengah itu menilai, semangat masyarakat dalam membangun sarana ibadah seperti mesjid dan meunasah selama ini cukup meningkat. Namun sisi lain, semangat untuk mengisi sarana ibadah itu sendiri dirasakannya sudah semakin surut. Untuk itu, sesuai dengan telah diberlakukannya syariat islam di Propvinsi NAD, khususnya di Aceh Tengah, dia meminta kepada masyarakat untuk kembali mengaktifkan mesjid dan meunasah untuk kegiatan keagamaan.

   

Disamping itu, Djauhar berharap kegiatan pengajian anak-anak seperti TK Al qur’an dan Taman Pendididkan Al qur’an harus terus ditumbuh kembangkan. Sebab sesuai yang dicanangkan oleh Pemerintah, bahwa siswa SD harus mampu membaca Al qur’an. Malah, Djauhar mencontohkan, pemilihan calon anggota legislatif tahun 2009 mendatang juga harus mampu membaca Al qur,an. (Humas Pemkab Aceh Tengah)